Perhatikan apa yang terjadi saat gas hidrogen (H2)
terbakar di udara (yang mengandung oksigen, O2) untuk membentuk air
(H2O). Reaksi ini dapat digambarkan dengan persamaan kimia.
H2 + O2 --> H2O persamaan (1)
Di mana tanda + berarti “reaksi dengan” dan
tanda --> berarti “menghasilkan”. Jadi, penulisan lambang-lambang
ini dapat dibaca: “Molekul hidrogen bereaksi dengan molekul oksigen
menghasilkan air”. Reaksi dianggap berlangsung dari kiri ke kanan seperti
ditunjukan oleh tanda panah.
Tetapi persamaan (1) belumlah lengkap karena atom
oksigen dua kali lebih banyak di sisi kiri tanda panah (dua) daripada di sisi
kanan (satu). Agar memenuhi hukum kekekalan massa, banyaknya tiap-tiap
jenis atom di kedua sisi harus sama, dengan kata lain, jumlah tiap-tiap atom
setelah reaksi harus sama dengan jumlah tiap-tiap atom sebelum reaksi. Kita
dapat menyetarakan persamaan (3.2) dengan menempatkan koefisien yang sesuai
(dalam kasus ini 2) di depan H2 dan H2O.
2H2 + O2 --> 2H2O
Bila koefisien 1, seperti O2 pada
persamaan di samping, maka koefisien tersebut tidak dituliskan
Persamaan reaksi yang setara ini menunjukan bahwa “dua
molekul hidrogen dapat bergabung atau beraksi dengan satu molekul oksigen
membentuk dua molekul air” (Gambar 3.7). Karena perbandingan jumlah molekul
sama dengan perbandingan jumlah mol, persamaan tersebut dapat pula sebagai “2
mol molekul hidrogen bereaksi dengan 1 mol molekul oksigen menghasilkan 2 mol
molekul air”. Kita mengetahui massa satu mol tiap zat tersebut, jadi kita dapat
pula mengartikan persamaan di atas sebagai “4.04 g H2 bereaksi
dengan 32,00 g O2 menghasilkan 36,04 g H2O”.
Kita sebut H2 dan O2 pada
persamaan (3.3) sebagai reaktan, yaitu material awal dalam
reaksi kimia. Air adalah produk, yaitu substansi yang
terbentuk sebagai hasil dari satu reaksi kimia. Jadi, persamaan kimia
hanyalah gambaran singkat tentang suatu reaksi kimia. Dalam persamaan reaksi
kimia, biasnya reaktan dituliskan pada sisi kiri dan produk ada sisi kanan dari
tanda panah.
reaktan --> produk
Untuk memberikan informasi tambahan, kimiawan
seringkali menyatakan wujud fisik dari reaktan dan produk dengan menggunakan
huruf g, l, s, aq.
- s adalah
solid (padat)
- l adalah
liquid (cair)
- g adalah
gas (gas)
- aq adalah aqueous (larutan/padatan dalam air)
Sehingga
persamaan kimia lengkapnya di dapatkan
2H2(g) + O2(g)
--> 2H2O(l)
No comments:
Post a Comment