Monday, January 14, 2019

Teori Asam dan Basa (Acid and Base Theory)

Asam dan basa merupakan senyawa yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Setelah mempelajari asam dan basa, dapat diketahui pengaruh positif maupun negatif dari reaksi asam dan basa. Misalnya, Indutri kimia menggunakan asam dan basa untuk mneganalisisn logam dan non logam. Asam basa jug banyak ditemukan dalam makanan. Setiap bahan makanan memiliki rasa berbeda yang disebabkan oleh sifat asam basa bahan makanan tersebut.

Secara umum, zat yang bersifat assam akan mempunyai rasa masam, korosif dan menghantarkan listrik, misalnya asam cuka. Basa merupakan senyawa yang memiliki sifat licin, rasanya pahit, dan mengnatrakan listrik, dan jenis basa tertentu bersifat membakar, misalnya natrium hidroksida.

Definisi asam dan basa secara lengkap diungkapkan dalam terori asam-basa 

Asam-Basa Arrhenius

Svante Arrhenius (1859-1927) mengemukakan teori asam-basa larutan dengan pelarut air. Asam adalah senyawa yang terionisasi dalam air menghasilkan ion H+. Perhatikan contoh persamaan reaksi berikut:

HCl (aq)  -->  H+ (aq) + Cl- (aq)

Senyawa HCl bersifat asam karena terionisasi dalam air menghasilkan ion H
Basa adalah sesenyawa yang dapat terionisasi dalam air menghasilkan ion OH-.  Perhatikan contoh berikut:

NaOH (aq)  --> Na+ (aq) + OH (aq)

Senyawa NaOH bersifat basa karena terionisasi menghasilkan ion OH-.
Berdasarkan banyaknya ion H+ dan ion OH-, asam-basa dapat digolongkan menjadi asam-basa monoprotik dan poliprotik

Kekurangan teori asam-basa Arrhenius adalah:

  • Teori ini tidak dapat menjelaskan mengapa senyawa seperti Na­2CO3, jika dilarutkan dalam air membentuk larutan yang bersifat basa, padahal tidak menghasilkan ion OH-
  • Teori ini hanya dapat diterapkan pada reaksi yang terjadi dalam pelarut air, karena hanya mendefinisikan asam dan basa berdasarkan apa yang terjadi pada senyawa yang larut dalam air

Asam-Basa Bronstead-Lowry

Teori asam-basa Bronsted-Lowry dikemukakan oleh Johanes N. Bronsted dan Thomas M. Lowry pada 1923. Menurut Bronsted dan Lowry, asam berperan sebagai pemberi proton (donor ion H+), sedangkan basa berperan sebagai penerima proton (akseptor ion H+). 

Berdasarkan teori Bronsted-Lowry, HCl tidak terurai membentuk ion H+ dan ion Cl-, tetapi satu ion H+ dipindahkan dari HCl ke molekul air membentuk ion H3O+ dan ion Cl-. Perhatikan reaksi berikut! 

HCl (aq) + H2O (aq) --> H3O+ (aq) + Cl- (aq)

Asam memberikan ion H+ pada pasangan reaksinya (basa). Basa menerima ion H+ dari asam membentuk ikatan kovalen. Setiap kali asam berlaku sebagai donor ion H+, maka sekaligus membentuk basa konjugasi (basa yang berasal dari asam Bronsted). Sebaliknya, setiap kali basa menerima ion H+, maka sekaligus membentuk asam konjugasi (asam yang berasal dari basa Bronsted).

Perhatikan contoh berikut:

  • HCl bersifat asam dan Cl- bersifat basa. HCl dan Cl- merupakan pasangan asam basa yang disebut sebagai pasangan asam basa konjugasi.
  • Cl- merupakan basa konjugat HCl, sebaliknya HCl merupakan asam konjugasi Cl-.

Kelebihan teori asam-basa Bronstead-Lowry adalah:

  • Teori ini memperluas daftar senyawa yang bersifat asam dan basa.
  • Teori ini memperluas peranan air dalam reaksi asam basa. Air menerima satu ion H+ dari asam membentuk ion H3O+.
  • Teori ini memperluas pelarut yang digunakan (tidak hanya air), bahkan tanpa pelarut.
  • Teori ini dapat menjelaskan mengapa suatu spesi bersifat amfoter (dapat berlaku sebagai asam maupun basa).

Asam-basa Lewis

Pada 1923, G.N. Lewis mengusulkan cara lain dalam melihat reaksi antara ion H+ dengan ion OH-. Menurut Lewis, partikel (ion atau molekul) asam bertindak sebagai penerima (akseptor) pasangan elektron, sedangkan partikel (ion atau molekul) basa bertindak sebagai pemberi (donor) pasangan elektron. Reaksi asam basa menurut Lewis berkaitan dengan transfer pasangan elektron yang terjadi pada ikatan kovalen koordinasi. 

Perhatikan reaksi berikut:

Berdasarkan reaksi tersebut, NH3 bertindak sebagai basa dan BF3 bertindak sebagai asam. Teori asam basa Lewis memperluas prinsip reaksi asam basa yang mungkin dapat terjadi.  Teori asam basa Lewis dapat menjelaskan konsep reaksi asam basa yang tidak dapat dijelaskan dengan kedua teori sebelumnya, misalnya untuk reaksi yang terjadi pada pembentukan ion kompleks.

 

 

No comments: